Kode etik ditunjukkan dengan prilaku seseorang untuk melakukan hal yang benar walaupun tidak ada yang melihat. Bisa juga ditunjukkan sebagai prinsip, nilai, rambu-rambu yang diterapkan dalam menjalanlan semua aktivititas seseorang. Jika sebuah organisasi mengadopsi kode etika artinya organisasi tersebut menetapkan prinsip-prinsip untuk memandu organisasi dalam menetapkan kebijakan, program dan pembuatan keputusan.
Profesi Industrial Hygienist dan Kesehatan, Keselamatan Kerja (K3) merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga kesehatan dan keselamatan kerja di berbagai sektor industri. Untuk menjamin kompetensi dan profesionalitas dalam melaksanakan pekerjaannya berbagai negara telah menerapkan proses sertifikasi yang ketat. Sebagai profesional K3 dan IH, kita kewajiban untuk memiliki integritas, menghargai nyawa manusia, berkeadilan, mementingkan hajat hidup orang banyak (good of many) dan excellence.
Ada beberapa cara untuk memahami apakah kita telah berprilaku sesuai dengan kode etika profesi, salah satunya adalah melalui uji asam etika (ethical acid test). Penerapannya adalah dengan mempertanyakan keputusan / tindakan / perilaku kita sebagai Industrial Hygienist, dengan beberapa pertanyaan, diantaranya:
Apakah ada peraturan yang dilanggar?
Cukup jelas. Jika ada pelanggaran peraturan terutama peraturan perundangan maka perilaku tersebut merupakan pelanggaran kode etika profesi.
Berapakah “harga”/ konsekuensi untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu?
Memutuskan untuk tidak melakukan apapun juga merupakan sebuah perilaku. Kita perlu memahami konsekuensi dari tindakan yang perlu dilakukan maupun yang tidak dilakukan. Semisal, ketika kita mengetahui ada aktivitas kerja yang kritikal dan mempengaruhi hajat hidup orang banyak namun kita mengetahui bahwa kondisi lingkungan kerja tidak aman apakah kita akan merekomendasikan untuk menghentikan pekerjaan? Sebagai seorang CIH, wajib memberikan keputusan profesional yang dapat dipertanggung jawabkan dengan pertimbangan yang objektif dan komunikasi profesional yang dapat disampaikan dengan tepat kepada pihak-pihak terkait.
Apakah saya akan merasa nyaman jika keputusan ini dipublikasikan?
Jika tindakan Anda muncul di halaman depan surat kabar, TV ataupun kanal sosial media, apakah Anda akan merasa bangga atau malu?
Apakah keputusan ini menghormati hak dan martabat orang lain?
Apakah Anda memperlakukan orang lain dengan adil, jujur, dan hormat?
Apakah ini sesuai dengan nilai-nilai pribadi dan profesional saya?
Apakah ini sejalan dengan standar etika profesi atau organisasi Anda?
Apakah saya akan menyarankan orang yang sata sayangi untuk melakukan hal yang sama?
Jika seorang teman atau anggota keluarga berada di posisi Anda, apakah Anda akan merekomendasikan tindakan ini?
Apakah keputusan ini lolos uji “firasat“?
Apakah Anda merasa tidak nyaman atau ragu-ragu tentang hal itu, meskipun tampaknya benar secara hukum atau teknis?

Sebagai contoh, misalnya Anda mengadakan sebuah pelatihan internal untuk perusahaan. Pelatihan tersebut berdurasi 8 jam, namun ada peserta yang datang pada 2 jam terakhir pada sesi pelatihan tersebut. Setelah selesai pelatihan Anda melihat peserta tersebut menandatangani lembar kedatangan pelatihan secara penuh. Apakah Anda akan memberikan sertifikat kehadiran untuk peserta tersebut?
Contoh lainnya, ketika perusahaan konsultan IH dikontrak untuk melakukan suatu pekerjaan, namun seiring dengan berjalannya waktu, ternyata ada lingkup pekerjaan yang tidak perlu dikerjakan. Apakah konsultan akan menagihkan pekerjaan sesuai dengan ruang lingkup awal, dimana tidak semua lingkup pekerjaan ia lakukan?
Coba terapkan langkah-langkah ethical acid test dan tentukan apa langkah yang akan Anda ambil.

