EASindo sangat berpengalaman membantu Perusahaan dalam melakukan Health Risk Assessment (HRA), baik yang bersifat kualitatif maupun yang semi kuantitatif. Pengumpulan data sekunder merupakan salah satu kunci utama untuk menghasilkan HRA yang berkualitas dan mencerminkan profil risiko kesehatan di tempat kerja.
Penggunaan data sekunder yang tepat dapat membantu dalam mengidentifikasi potensi bahaya, mengevaluasi pajanan, dan memperkirakan dampaknya terhadap kesehatan. Namun, penting untuk memastikan bahwa sumber informasi yang digunakan bersifat kredibel, mutakhir, dan relevan.
Newsletter edisi kali ini akan membahas berbagai jenis data sekunder dan sumber informasi yang umum digunakan dalam HRA.
Data Sekunder dan Sumber Informasi HRA
Wawancara dengan pekerja, manajer, dan engineers
Melalui wawancara ini, diperoleh informasi terkait:
- Tugas & Tanggungjawab
- Praktik kerja
- Masalah kesehatan
- Proses Kerja
- Pengendalian pajanan
- Pemeliharaan
- Agen lingkungan
Wawancara dengan pekerja Medis dan HSE
Melalui wawancara ini, diperoleh informasi langsung terkait:
- Masalah kesehatan
- Pola masalah kesehatan
- Praktik kerja
- Riwayat pajanan
- Agen lingkungan
Pencatatan (Record)
Pencatatan merupakan sumber informasi penting dalam HRA karena menyajikan data tertulis secara historis yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi pola risiko kesehatan di tempat kerja.
- SOP (Standard Operating Procedure)
- Data Produksi
- Informasi Personalia
- Informasi Medis
- Laporan lingkungan
- Diagram alir proses
- Kondisi historis tempat / alat kerja
- Inventaris bahan kimia
- Jumlah penggunaan bahan kimia
- Tugas & Tanggungjawab
- Riwayat pekerjaan
- Kinerja pengendalian teknik
- Hasil pemantauan lingkungan / biologis sebelumnya
Peraturan pemerintah dan standar lainnya
- Batas pajanan (NAB) saat ini
- Usulan batas pajanan (Best Practice)
Tinjauan Literatur
Melalui tinjauan literatur ini, diperoleh informasi langsung terkait:
- Studi epidemiologi
- Studi toksikologi
- Isu-isu yang muncul, dll
Walkthrough Survey
Walkthrough survey adalah peninjauan langsung ke lapangan yang dilakukan secara bertahap dari awal hingga akhir proses, untuk mengidentifikasi hal-hal yang mungkin tidak terlihat dalam laporan. Kegiatan ini sebaiknya melibatkan orang yang memahami setiap tahap agar hasilnya akurat dan bermanfaat.
Informasi Dasar dari Walkthrough Survey

- Pemahaman tentang proses
- Jumlah pekerja yang terlibat
- Bahan-bahan (termasuk kuantitas) yang digunakan atau ditangani
- Reaksi dan transformasi material/bahan
- Kontrol teknik yang ada dan efektivitasnya
- Standar housekeeping
- Kondisi yang terlihat di lokasi (debu, kabut, dll.)
- Kemungkinan jalur masuk ke tubuh
- Alat pelindung diri dan penggunaannya

