Pendahuluan
Bahaya getaran merupakan bahaya fisik dari aktivitas atau peralatan kerja. Getaran dibagi menjadi dua, Getaran Seluruh Tubuh (whole body vibration) dan Getaran Lengan (Hand Arm Vibration). Getaran dapat menyebabkan dampak kesehatan yang signifikan, baik pada seluruh tubuh atau pada lengan. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahaya getaran guna melindungi kesehatan pekerja.
Getaran Seluruh Tubuh (Whole Body Vibration)

Getaran pada seluruh tubuh (whole body vibration) merupakan fenomena di mana tubuh manusia terpajan pada getaran mekanis yang merambat melalui tubuh secara keseluruhan. Beberapa contoh sumber pajanan getaran seluruh tubuh meliputi:
- Mesin Berat : seperti truk, bulldozer, atau alat konstruksi lainnya.
- Kendaraan: terutama di atas kendaraan berat seperti truk, bus, atau mesin konstruksi, pekerja dapat terpajan pada getaran dari jalan yang tidak rata atau dari mesin kendaraan itu sendiri.
- Alat Berat dan Peralatan : Pekerja yang menggunakan alat berat seperti pemadat jalan, palu hidrolik, atau mesin perkakas industri.
Risiko Kesehatan Pajanan Getaran Seluruh Tubuh
Pajanan getaran seluruh tubuh dalam jangka waktu yang lama atau pada tingkat yang tinggi dapat menyebabkan risiko kesehatan, antara lain:
- Cedera Jaringan & Saraf, dan Kerusakan Tulang Belakang

Pajanan getaran berlebihan dapat menyebabkan cedera pada jaringan dan saraf, terutama pada bagian tubuh yang paling terpajan seperti tulang belakang, sendi, dan otot. Contohnya Hernia dan penyakit lumbar disc, serta low back pain.
- Gangguan Sirkulasi Darah
Getaran berlebihan dapat mengganggu aliran darah, menyebabkan gangguan sirkulasi darah yang pada gilirannya dapat mengakibatkan masalah kesehatan seperti penyakit vaskular.
- Gangguan Pencernaan
Pajanan getaran pada seluruh tubuh juga dapat mengganggu sistem pencernaan, menyebabkan masalah seperti iritasi lambung atau gangguan pencernaan lainnya.
- Gangguan Penglihatan dan Pendengaran
Meskipun mungkin terdengar tidak terkait, getaran yang berlebihan juga dapat memengaruhi penglihatan dan pendengaran, terutama jika getaran tersebut menciptakan lingkungan yang berisik. Contohnya persepsi visual.
Faktor Risiko Kesehatan dari Pajanan Getaran Seluruh Tubuh
- Intensitas dan durasi pajanan,
- Frekuensi pajanan,
- Kondisi permukaan jalan,
- Kondisi kendaraan (jenis dan desain kendaraan, umur kendaraan, serta pemeliharaan sistem suspensi kendaraan, kecepatan kendaraan),
- Rotasi kerja dan waktu istirahat,
- Postur tubuh dan desain kerja,
- Kondisi Individu (kondisi kesehatan dan keterampilan menggunakan alat),
- Pajanan ganda atau multi-faktor seperti bahaya kebisingan
Pengendalian Risiko Kesehatan dari Pajanan Getaran Seluruh Tubuh
- Evaluasi Risiko: Lakukan Identifikasi sumber-sumber getaran dan evaluasi risiko kesehatan terhadap pekerjaan atau aktivitas dengan pajanan getaran seluruh tubuh.
- Pemilihan Alat dan Mesin yang Tepat: Pilih alat dan mesin dengan desain ergonomis yang mengurangi transfer getaran ke tubuh. Pertimbangkan untuk menggunakan alat dengan fitur anti-getaran atau alat bantu yang mengurangi getaran.
- Pelatihan: Berikan pelatihan tentang bahaya pajanan getaran seluruh tubuh, penggunaan alat pelindung yang sesuai, dan teknik kerja yang aman.
- Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD): Sarung tangan anti-getaran dan alas kaki yang mengurangi dampak getaran.
- Perawatan dan Pemeliharaan Alat: Lakukan perawatan rutin dan pemeliharaan pada alat dan mesin untuk memastikan bahwa mereka berfungsi dengan baik dan mengurangi getaran seefisien mungkin.
Dengan mengimplementasikan langkah-langkah ini, perusahaan dapat mengurangi risiko cedera dan masalah kesehatan yang terkait dengan pajanan getaran seluruh tubuh dan getaran pada lengan di tempat kerja.
Cara Menghitung Pajanan Getaran Seluruh Tubuh
Perhitungan getaran seluruh tubuh mengacu pada metode untuk menilai pajanan getaran yang diterima oleh tubuh manusia secara keseluruhan saat bekerja, yang bisa memengaruhi kesehatan dan kenyamanan. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam melakukan perhitungan pajanan getaran seluruh tubuh berdasarkan standar ISO 2631-1 (sering digunakan di Indonesia):
1.Pengukuran Akselerasi Getaran
Pengukuran getaran biasanya dilakukan menggunakan akselerometer yang ditempatkan pada titik tertentu di tubuh, seperti kursi atau lantai tempat pekerja duduk atau berdiri. Akselerometer akan mengukur komponen getaran pada tiga sumbu:
- Aksis X (depan-belakang)
- Aksis Y (samping-kiri kanan)
- Aksis Z (atas-bawah)
Pengukuran ini dilakukan dalam satuan m/s² (m/det²).
2.Pembobotan Frekuensi
Komponen getaran yang diukur pada tiap sumbu (X, Y, dan Z) perlu dikalibrasi menggunakan faktor pembobotan frekuensi tertentu sesuai standar ISO 2631-1.
3.Penghitungan Pajanan Getaran Harian (A(8))
Langkah selanjutnya adalah menghitung pajanan getaran harian dalam bentuk nilai akselerasi tertimbang (r.m.s – root mean square) selama 8 jam, yang dikenal sebagai A(8), dengan menggunakan rumus:
![]()
- 𝑎𝑤𝑥, 𝑎𝑤𝑦, dan 𝑎𝑤𝑧: nilai akselerasi tertimbang pada masing-masing sumbu.
- A(8) akan menunjukkan nilai akselerasi rata-rata dalam periode pajanan selama 8 jam.
Nilai Ambang Batas (NAB) Pajanan Getaran Seluruh Tubuh
Setelah mengetahui nilai A(8), bandingkan hasilnya dengan NAB Getaran Seluruh Tubuh menurut Permenaker 5 Tahun 2018:

Atau dapat juga dibandingkan dengan batas yang direkomendasikan oleh standar internasional (seperti ISO atau EU Directive 2002/44/EC):
- Nilai Tindakan (Exposure Action Value / EAV): 0.5 m/s² (untuk mulai mengambil tindakan pencegahan).
- Nilai Batas (Exposure Limit Value / ELV): 1.15 m/s² (batas maksimum untuk keselamatan kesehatan).
Kalkulator Getaran Seluruh Tubuh (HSE UK)
Kalkulator Getaran digunakan untuk menghitung risiko Getaran Seluruh Tubuh / Whole Body Vibration (WBV) di tempat kerja yang dibuat oleh HSE UK (copyright 2006). Kalkulator ini dapat digunakan untuk menghitung pajanan getaran harian yang dialami pekerja. Klik Ikon Excel atau “Download Kalkulator WBV” untuk mengunduh kalkulator.


